|
Banyak salon mobil menggunakan bahan poles racikan sendiri.
Apa pengaruhnya terhadap cat ? Bagaimana pula menjamurnya salon
door to door ? Penipuan ?
Zaman susah begini bisnis salon mobil malah ibarat jamur di musim
hujan. Cermati saja iklan di media massa, begitu banyak perusahaan
menawarkan paket salon kendaraan dengan iming-iming harga miring.
Tinggal pilih, door to door atau datang ke workshop. Iklannya lantang;
cukup Rp.100 ribu, mobil Anda mengilap kembali. Menipu konsumen
?
Tak salah kita melempar asumsi begitu. Sebutlah nominal seratus
ribu. Biasanya, ditempat salon mobil ternama, paling hanya mendapat
paket mengilapkan kaca depan. Kadang malah kurang. Jadi, untuk memoles
seluruh bodi plus interior, Rp.100ribu tentu jauh dari cukup. Okelah,
memang salon mobil tadi 'ternyata' mampu mengilapkan mobil. Namun,
apakah tak tertutup kemungkinan bahan polesnya asal-asalan alias
bikinan sendiri sehingga biaya produksi bisa ditekan habis ?
Ini diamini Andreas Tjahjadi dari Indo Auto Boutique Pondok Indah.
Belakangan, manajer salon mobil milik Indomobil Group ini memang
mengakui kemunculan salon-salon mobil 'instan'. "Biasanya mereka
menawarkan harga kompetitif. Menghubunginya pun lewat telepon. Kita
panggil mereka datang."ujarnya. Bukan bermaksud menghakimi eksistensinya,
konsumen Andreas sendiri pernah jadi korban.
Ceritanya begini, konsumennya tertarik dengan iklan di koran. Ia
mau memoles mobil yang catnya terdapat bintik-bintik tersebar di
seluruh bodi. Ketika teknisi datang, ternyata ia tak memiliki bahan
khusus menghilangkan noda seperti itu. Tak tahunya pekerjanya nekat
menggunakan cutter (pisau kecil) untuk mencongkel bintik-bintik
itu. Jadilah seluruh cat mobil bentol-bentol alias rusak. Ketika
diminta pertanggungjawaban, yang punya salon cukup berujar,"Ya,
Pak, biayanya Rp.100 ribu, masa kami cat ulang jutaan rupiah,"tiru
Andreas.
Ujung-ujungnya, memang konsumen rugi. Bambang Sarwono, pemilik
Has Salon, punya resep. "Coba, mobil seharga Rp.1 miliar masa dibawa
ke tempat semacam itu. 'Kan sayang," timpalnya. Lagipula menurut
pria yang akrab disapa Has ini, membawa mobil ke salon bukan seperti
mencuci mobil yang dilakukan setiap hari. Paling maksimal setahun
dua kali,"ungkapnya. Artinya maintenance salon mobil menjadi murah.
Sehingga tak ada salahnya bayar lebih untuk hasil maksimal.
Lagipula, dari sudut perusahaan, menyiapkan tenaga andal memoles
mobil bukan perkara gampang, apalagi door to door yang sukar dari
segi quality controlnya. Has saja, khusus divisi outdoor, melibatkan
teknisi yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata pekerja lain.
"Saya menempatkan mereka sebagai ujung tombak di lapangan,"ungkapnya.
Dengan armada 6 unit mobil, divisi outdoor Has mampu menjangkau
5 wilayah DKI."Harga sama, tak ada biaya tambahan,"ungkap Has.
Dengan kata lain, memulai bisnis salon mobil apalagi yang door
to door bukan pekerjaan main-main. Sangat terkait dengan citra perusahaan
bersangkutan. Jadi, semacam outdoor Has, yang kerap mengerjakan
sampai pesawat terbang, tak mungkin diragukan lagi. Dari proses
kerja hingga kepuasan konsumen terpenuhi. Nah, kalau dipercayakan
pada perusahaan baru yang kualitasnya belum teruji dan terbukti,
tentu mikir-mikir menyerahkan mobil pada mereka. Cerita congkel
bintik pake cuter, Andreas bisa jadi pedoman.
Itu cerita salon mobil door to door yang baru. Bagaimana car cosmetic
ternama ? Apakah lantas cukup percaya dari nama besar dan service
memuaskan ? Nanti dulu, pikir-pikir lagi. Bisa dikatakan, walau
bukan menjurus penipuan, banyak salon mobil sebenarnya justru mnerugikan
konsumen ketimbang memberi kepuasan. Ini lantaran kebiasaan rumah
pengilap ini meramu resep bahan poles cat, kaca dan interior sendiri.
Artinya, ramuan itu belum diketahui sejauh mana efeknya bagi kendaran.
"Biasanya, salon mobil memang menggunakan ramuan sendiri. Bahannya
macam-macam, rahasia dapur masing-masing,"tambah Andreas dari Indo
Auto Boutique. Apakah ramuan ini menjadikan mobil tetap mengkilap
? Mungkin begitu, namun tak bertahan lama. Paling-paling beberapa
bulan, setelah itu balik lagi ke kondisi normal. Karena pada dasarnya
langkah memoles kendaraan ini hanya melapisi agar 'bersinar'. Kotoran
atau debu tetap tertinggal di cat.
Makanya, Andreas justru melihat maraknya perkembangan salon mobil
belakangan ini lantaran mampu 'menciptakan pasar'. Itu tadi, karena
kusam dalam beberapa bulan, konsumen dipaksa datang dan datang lagi.
"Justru dari sinilah mereka mendapat pasar. Dua bulan lagi mobilnya
sudah burem, datang lagi ke tempat semula,"asumsi Andreas.
Irwan Sudarma, dari Autobahn urun rembug. "Disini, ramuan bahan
poles biasa dibuat. Kompon ada, minyak tanah ada, solar ada, tinggal
diracik. Kita tak tahu mereka pakai yang mana,"ungkap Irwan yang
pernah menggeluti kuliah pemolesan mobil di Australia. Pertanyaannya,
Bagaimana pengaruh racikan kimiawi itu pada mobil ? "Mungkin sekarang
tidak ada pengaruh. Bagaimana dengan satu tahun dua tahun, belum
ada pembuktian soal ini,"ungkapnya.
Makanya, Irwan mengklasifikasi kerja salon mobil menjadi dua. Un-profesional
dan profesional way. Yang pertama sebatas membuat mobil mengilap.
Kinclongnya pun akibat bahan ramuan sendiri. "Mengilap memang, namun
kotorannya masih tertinggal. Cara poles seperti ini dari jauh memang
kelihatan bersih, tapi ketika diteliti lagi, cat tampak berminyak
karena bahan poles itu. Ini yang banyak dilakukan di sini,"ujar
Irwan. Resiko yang paling kentara, kemungkinan lapisan cat terangkat.
"Coba saja kalau pakai kompon banyak, bisa-bisa ketebalan cat berkurang,"ungkapnya.
Cara profesional yang sering dilakukan di luar negeri, dipercaya
Irwan, sebagai langkah pemolesan mobil yang benar. Penjabarannya,
warna timbul bukan berasal dari bahan poles tapi justru dari cat
itu sendiri. Cara ini yang rada repot lantaran harus melewati beberapa
proses dan menggunakan alat-alat canggih. Pertama, ketebalan cat
diukur dengan glossmeter. Parameter ini digunakan agar dalam pengerjaan
nanti, thickness cat (ketebalan cat) jangan sampai berkurang atau
minimal terangkat persekian mikro meter. Kemudian, dilakukan glissering
(pengangkatan kotoran) hingga melapisi cat mobil. "Hasilnya, cat
pun mendekati kondisi baru tanpa melukai cat itu sendiri. Selain
itu, kilau pun muncul dari cat, bukan dari bahan pemoles,"bilang
ayah dua putri kembar. Dengan sendirinya, metode ini memungkinkan
kilau cat tahan lama.
Bercermin dari kondisi itu, patutnya konsumen mobil harus hati-hati.
Tak ada salahnya, sebelum memoles mobil, tanyakan bahan apa yang
digunakan salon bersangkutan, racikan sendiri, bahan impor semacam
Armor All atau yang lainnya. Untuk lebih aman, datangi salon mobil
yang menggunakan bahan poles bermerek. Kalau memakai racikan sendiri,
mintalah garansi kalau bahan dimaksud tak merugikan cat mobil Anda.
Jangan ke salon kalau malah berantakan. M(Eric)
|