|
Surabaya, Surya
Guna memenuhi keinginan pelanggan, salon mobil Sentra Auto Glym
meluncurkan kartu diskon. Hingga Rabu(17/6) tercatat, 76 kartu yang
sudah dimiliki konsumen dengan harga jual Rp.150.000/kartu.
"Banyak nilai tambah jika memakai kartu sebab ada diskon khusus
jika melakukan perawatan mobil," tegas Ir.David Tan, Direktur Utama
Sentra Auto Glym kepada Surya Rabu(17/6).
David menjelaskan, kartu diskon yang masa berlakunya 1,5 tahun
itu baru diluncurkan akhir Mei lalu. Keuntungan yang bisa diperoleh
bagi pemegang kartu, setiap membayar Rp.150.000 akan mendapat produk
senilai Rp.100.000.
Keuntungan lainnya, kartu itu bisa dipinjamkan ke pihak lain.
Misalnya, relasi, keluarga jika ingin melakukan perawatan mobil.
Bahkan pemilik kartu akan mendapat Rp.100.000 jika kartunya sudah
dipergunakan sebanyak 15 kali oleh pihak lain.
Peluncuran kartu berwarna hijau ini, kata David merupakan bagian
dari strategi Sentra Auto Glym menyiasati kelesuan pasar sehubungan
dengan menurunnya daya beli dan situasi penghematan yang kini melanda
pemilik mobil.
"Apa yang kami lakukan sekadar mencari solusi agar suasana salon
lebih bergairah. Tapi yang menarik, kartunya bisa dipakai di semua
salon mobil seIndonesia yang mempergunakan produk Autoglym,"tambahnya.
Auto Glym sendiri merupakan salon mobil dengan produk asli Inggris.
Auto Glym melayani cuci mobil, cuci mesin, poles kaca, paint protection,
exterior, interior dan the lux groming.
Sentra sendiri boleh dikata sebagai salon mobil yang paling lengkap
di Surabaya. Selain mampu menampung belasan mobil, konsumen bisa
menikmati minuman serta main biliar sambil menunggu mobil di salon.
Menanggapi harga perawatan, David menjelaskan, belum ada kenaikan
meskipun dolar semakin naik. Sentra masih memiliki stok yang cukup
untuk jangka waktu beberapa tahun. "Dolar boleh naik, tapi perawatan
tetap dengan harga lama,"kata David.
Bagaimana jika dolar terus naik, David belum bisa memberi banyak
keterangan sebab kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah pasti
ikut terpengaruhi produk yang diimpor langsung dari inggris itu.
"Untuk jangka panjang memang agak susah jika dolarnya terus menguat,"tambahnya.
(ran)
|