|
Makin suburnya ladang bisnis salon mobil di Surabaya memaksa pengelolanya
mengeluarkan jurus - jurus andalan untuk merebut kustomer. Apalagi
belakangan muncul adanya indikasi perang harga diantara mereka.
Bila dicermati beberapa salon mobil yang baru muncul beramai -
ramai mengeluarkan paket diskon yang besarnya antara 50%-60%. Harga
ini diberlakukan untuk hampir semua jenis perawatan, mulai dari
interior, mesin, kaca sampai perawatan lengkap.
Iwan Thamrin SH, pengelola Auto Salon, mengatakan sebagai pemain
baru pihaknya sengaja mengeluarkan paket diskon setengah harga untuk
memperkenalkan usahanya ke masyarakat. "Hitung - hitung pemberian
diskon ini kami anggap sebagai biaya promosi. Dan hal ini wajar
dalam bisnis", katanya.
Pendapat ini dibenarkan oleh Sudjono pemilik salon mobil Deteil'8,
hanya saja ia kurang setuju dengan istilah perang harga. "Masyarakat
Surabaya menyukai paket - paket diskon. Jadi salah satu senjata
untuk memperkenalkan usaha kita ya melalui cara itu", tuturnya.
Johannes Krisnajana dari XL auto salon mengatakan cara - cara itu
sifatnya hanya temporer. Ia mengatakan pemberian diskon dalam jumlah
besar hanya berlangsung selama masa perkenalan saja.
"Kalau masyarakat sudah kenal, saya pikir pemberian diskon besar
malah tidak efektif. Karena selain dapat mengurangi keuntungan,
juga akan membentuk image seakan - akan kita sekadar mencari kustomer
tanpa memperhatikan mutu", jelasnya.
Lebih lanjut ia katakan untuk bidang usaha yang telah punya brand
image tak perlu main banting harga, melainkan dengan cara -cara
yang lebih menekankan pada pemberian kemudahan pelayanan.
Misalnya mengeluarkan kartu keanggotaan (membership card), kupon
(voucher) hingga melayani pembayaran dengan kartu kredit (credit
card). "Cara seperti ini diyakini menguntungkan kustomer", jelasnya.
Jika perlu keanggotaan versi XL lebih menekankan pada jenis mobil
dan nomor kendaraan, sementara Deteil'8 condong pada nama pemilik
mobil. "Kami sengaja menerbitkan kartu keanggotaan berdasarkan nama
pemilik mobil untuk mengantisipasi pemegang kartu ini memiliki mobil
lebih dari satu", ujar Sudjono, S.L., pemilik salon mobil di bilangan
Ngagel Jaya Selatan.
Ala 'Cafe'
Sebaliknya, Sentra auto salon menitikberatkan pada pemberian layanan
selama pemiliknya menunggu mobilnya selesai didandani. Makanya desain
ruang tunggu pun di tata ala cafe.
Selain itu, pengelola Sentra auto salon Ir David Tan juga memberikan
layanan kemudahan pembayaran dengan kartu kredit. "Tarif jasa pelayanan
kami berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Akan lebih praktis
jika pembayarannya pakai credit card", tukas David.
Yanto Tjufun, S.Kom dari Auto Salon melempar kiat khusus dengan
konsep swalayan. Umumnya salon - salon mobil yang sekarang beroperasi
mengibarkan satu bendera bahan poles.
Auto Salon justru menyediakan berbagai merk bahan poles impor sampai
"ramuan madura" (formula sendiri) dengan harga yang bervariasi antara
Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu untuk paket perawatan total.
"Kami juga mengeluarkan voucher terusan. Artinya setiap bendel
voucher isi 12-15 lembar bisa dipakai dan dibagi - bagikan pada
relasi. Ini bisa berfungsi sebagai kartu keanggotaan", tambah Tjufun.
Untuk menyiasati uang ketat (TMP) dan kelesuan ekonomi, pebisnis
salon mobil lagi "demam" melakukan sinergi dengan pengusaha lain.
Misalnya, XL auto salon bersinergi dengan restoran Romas dan Peugeot
(Astra Mobil) melakukan test drive 14-16 November mendatang di restoran
Romas.
"Sinergi ini setidaknya kami lakukan untuk menjaga image",ujar
Krisnajana dari XL Auto salon. Sentra auto salon, selain berkolaborasi
dengan dengan mobil'88, juga akan menggandeng salah satu diler Opel
untuk meramaikan pameran otomotif di Plasa Tunjungan akhir November
ini.
Sebelumnya, Total car beauty telah menjalin kerja sama dengan diler
Audi, Nissan Infiniti dan Volvo. "Upaya kerja sama semacam ini antara
lain untuk memperluas segen pasar kami di tengah ketatnya persaingan",
kata Rudy Mulianto, Direktur Total Motorsport & Car Beauty Centre.
(Tim Otomotif)
|