|
Orang Indonesia ternyata pesolek mobil. Coba saja simak bagaimana
mobil-mobil yang berseliweran di jalan-jalan, terutama di kota-kota,
banyak di antaranya yang sudah tidak dalam bentuk standarnya, alias
sudah ditempeli asesori. Mulai dari pelek besar, ban tipis dan bertelapak
lebar, spoiler, body striping, sampai ke interior dalam dan sound-system-nya.
Kegemaran ini memacu tumbuhnya salon-salon mobil, tempat para pesolek
mempercantik kendaraan mereka. Bisnis inipun akhirnya tumbuh pesat
dengan berbagai kekhasannya.
Maraknya perkembangan bisnis salon mobil di Surabaya, ternyata
di ikuti dengan membanjirnya bahan poles impor yang dibawa masing-masing
salon perawatan mobil. Di pasar Surabaya sekarang beredar sedikitnya
20 dari 60 bahan poles yang masuk pasar Indonesia.
Bahan poles yang mampu membuat bodi mobil 'cling' ini kebanyakan
di pasok dari Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara Eropa
lainnya. Jumlah ini belum termasuk bahan poles galonan yang dijual
eceran di toko-toko bahan kimia.
"Produk bahan poles galonan itu diimpor dari Taiwan dan Thailand
serta beberapa produksi lokal", kata Ir David Tan, distributor Autoglym
Jatim.
Bahan poles tanpa merk ini biasanya banyak dipakai oleh pengusaha
bengkel cuci mobil yang melengkapi pelayanan-nya dengan fasilitas
layaknya usaha mobil.
Sementara jumlah salon perawatan mobil yang semula bisa dihitung
jari saat ini membengkak jadi belasan. Malahan dalam waktu dekat
akan muncul salon mobil baru di Kompleks Pertokoan Rungkut Makmur
Indah (RMI) di daerah Bratang, Kalirungkut, Karah Indah dan Manyar.
"Berkembangnya bisnis salon mobil akhir-akhir ini kami nilai positif
senyampang para pelakunya tak terjebak untuk saling membanting harga.
Silakan pakai bahan poles merk apapun, yang penting tetap fair play,"
Andrianto Suhartono, Direktur PT Aneka Jaya Baut Sejahtera (AJBS)
di kantornya, Senin.
Kian maraknya bisnis salon mobil itu membuat bertambahnya pula
bahan poles impor yang beredar di pasaran. Selain merk Fire Glaze,
tercatat beberapa bahan poles impor merk lain seperti MMM, Autoglym,
Turtle Wax, The Paint Bull, Car Lax, Blue Coral, Finish 2001, Formula
B, Armor All, Meguiars, Auri.
Menurut perkiraan Andriantola merk bahan poles impor yang masuk
pasar Surabaya sekitar 20 jenis. Tapi tidak semua usaha salon mobil
membawa bendera bahan poles mobil tertentu. Beberapa diantaranya
lebih memilih untuk mencampur sendiri bahan poles untuk mendapatkan
komposisi terbaik.
"Setiap merek mempunyai kelebihan dan kekurangan. Misalnya produk
A bagus untuk pemolesan tetapi tidak bagus untuk finishing, sedangkan
produk B punya keunggulan sebaliknya. Kedua produk inilah yang saya
campur untuk mendapatkan bahan terbaik," ujar Krisna, pemilik XL
auto salon.
Bahan 'ramuan Madura' ini juga dipakai oleh Oto salon, Colour,
Detail 8, A-1, Banuwa, Tri Jaya, Ziebart, Tuffkote Dinol dan beberapa
salon mobil lainnya.
Sedangkan Sentra dan M-1 menggunakan produk Autoglym. Total dan
JIP (Jaya Indah Perkasa) memakai Fire Glaze. Sementara Plus langsung
beroperasi dibawah bendera The Paint Bull.
Lebih murah
Di pasaran tarif perawatan interior atau eksterior mobil bervariasi
mulai Rp 75 ribu sampai Rp 150 ribu per mobil. Sedangkan untuk perawatan
lengkap ongkosnya dari Rp 260 ribu sampai Rp 460 ribu.
Di beberapa salon mobil harga ini masih diperhitungkan berdasarkan
ukuran mobil. Untuk yang menggunakan 'ramuan madura' biaya perawatannya
30% lebih murah daripada yang memakai produk bahan poles bermerk.
Untuk menyikapi ketatnya persaingan pasar, Total car beauty yang
ditunjuk AJBS selaku agen resmi bahan poles merk Fire Glaze, dalam
jangka pendek kini gencar menawarkan kerjasama dengan pengusaha
salon mobil maupun pedagang aksesoris otomotif memasarkannya secara
ritel.
"Kami berusaha untuk memasukkan produk ini ke semua salon mobil
di Surabaya. Termasuk salon-salon mobil yang akan berdiri seperti
di RMI, Kali rungkut dan Karah," kata Rudy Mulianto, pemilik Total
car beauty.
Untuk tujuan jangka panjang (long term), AJBS yang tiga bulan lalu
ditunjuk menjadi distributor tunggal Fire Glaze di Indonesia antara
lain mengikuti pameran otomotif di Plaza Tunjungan dan Hotel Westin.
"Tujuan kami ikut perhelatan itu selain untuk menanamkan image
produk di masyarakat, juga menjaring mitra baru yang nantinya jadi
agen pemasaran produk ini di luar Jawa,"kata Andri didampingi konsultannya,
Ir Gani Taufik ISP dari Arsitek Designer Associate. (ahn, o1)
|