|
Mobil Anda kerap dicuci ? Periksa dulu kualitas air dan shampoo
yang anda gunakan. Soalnya, dari situ bisa muncul 'bibit' karat
yang siap mengerogoti bodi! Efektifkah solusi shampoo pH balanced
?
Berbincang ihwal car care, 'acara' membersihkan (baca:mencuci)
mobil masuk dalam point utama. Dan perawatan rutin terhadap bodywork
ini, melibatkan massa air dan material pembersih atau lazim disebut
'shampoo'.
Masalahnya kini, dalam sebuah proses pencucian mobil bisa saja
terjadi kesalahan saat memilih shampoo. Bahkan tak jarang ada pemilik
mobil yang menggunakan bahan yang tidak direkomendasikan. "Semisal
penggunaan deterjen, sabun atau shampoo biasa,"cetus Amirudin, S.H
dari Autoglym di bilangan Arteri Pondik Indah. Padahal, "Bahan baku
pembersih jenis ini terdiri atas komposisi asam lemak, ester dan
soda !"sambut Lia Nafoliana, Kepala Bagian Laboratorium Lingkungan
dan Kimia Umum Sucofindo. Sementara Mel Conterius, MBA, Manajer
Pemasaran PT.Laris Chandra menambahkan,"Bahan soda amat potensial
merusak cat mobil dan memperpendek usia bodi. Bodi jadi buram akibat
timbunan soda,"imbuh Amirudin.
Peran air sebagai pelarut (delution) kotoran serta shampoo juga
tak kalah penting. Keasaman air atau dikenal sebagai pH (pangkat
Hidrogen) berpengaruh terhadap pencucian mobil,"pH air bisa saja
di bawah atau diatas 7, hingga bersuasana asam atau basa, yang sifatnya
korosif,"jelas Lia. "Bila pencucian menggunakan air berkualitas
demikian dilakukan berulang-kali, bakal timbul akumulasi pada permukaan.
"Ada lagi jenis air bersifat 'garam', berupa persenyawaan yang terjadi
dari reaksi asam-basa.
Kotoran utama pada bodi mobil adalah debu dan asap kendaraan berupa
karbon monooksida (CO). Berperannya unsur air, udara serta garam
membuat partikel-partikel tersebut membentuk senyawa oksida yang
akhirnya menghadirkan karat lewat proses korosi. Letak Indonesia
di daerah tropis turut mempercepat proses pengkaratan ini. "Keadaan
iklim dua musim di negeri kita menyebabkan pencucian mesti lebih
sering dilakukan,"ujar Mel. "Jenis shampoo perlu dipilih hati-hati,
karena bodi mobil tergolong sensitif,"Irwan Sudarma dari Auto Bahn
kontan berkomentar. "Gunakan shampoo bayi ! Karena logikanya, kulit
terlembut pun (kulit bayi, red) acceptable terhadap shampoo jenis
ini. "Bodi bakal bersih, dengan garansi 'bebas' soda". Menurut Irwan,
pemilihan shampoo mobil sebaiknya memenuhi kriteria; mampu mengangkat
kotoran tanpa merusak lapisan paint protection (pelindung cat) serta
dapat mengilapkan permukaan.
Sedangkan Mel menyebut,"Shampoo yang dipilih mesti memiliki fungsi
melindungi serta memberikan pigmentasi pada mobil, mampu mengangkat
dan membersihkan kotoran yang menempel pada bodi serta bisa ditambah
unsur pengilap dan pelindung (guard)." Sedang Aminudin menyebutkan,
secara teknis shampoo mesti bersifat homogen terhadap pori-pori
mobil, memiliki busa yang bisa mengangkat kotoran dan tak punya
efek sampingan pada bodi.
Pemakaian shampoo yang salah bakal menghilangkan pelindung cat.
"Hingga pori-pori terbuka dan ' mengundang' terjadinya karat,"timpal
Mel. "Lalu ada pula kecenderungan memilih shampoo dengan busa banyak.
Padahal, tebalnya busa tersebut mengindikasikan bahwa shampoo itu
menggunakan soda dalam jumlah besar."
Setelah beroleh shampoo pH balanced berindeks netral sekitar 7,
bagaimana dengan pH air sebagai pelarut serta pembilasnya ? Lia
menyebutkan, "Air yang memiliki peruntukan sebagai sarana pencuci
memiliki standar pH 6.5 dan kategori air bersih mempunyai kisaran
pH 6.5-9."
Amirudin mengungkap bahwa shampoo pH balanced tetap berfungsi optimal,
meski dicampur dengan air yang bersifat bukan netral. "Produk kami
tak berpengaruh, justru jadi penyelamat. Karena garam-garam yang
tadinya mengumpul bisa dinetralkan dengan shampoo tersebut." Hanya
yang perlu diingat, shampoo itu bukanlah diperuntukkan bagi pemakaian
antikarat mobil.
Sebaliknya, menurut Mel, penggunaan shampoo pH balanced tak akan
mengubah kualitas air yang ada. "Masing-masing punya fungsi sendiri,"alasannya.
Bila air memiliki sifat korosif, tetap saja bisa merusak bodi mobil
meski digunakan bersamaan dengan shampoo pH balanced.
Untuk itu, pemakaian air yang memiliki pH netral tetap dianjurkan.
Langkah proteksi tersebut perlu diambil untuk menjaga kemungkinan
air yang bersifat korosif mengalir ke bagian mobil yang tak dilapis
antikarat.
Jadi yang penting, tindakan preventif terhadap karat bisa diujudkan
lewat pemilihan pencuci yang serba pH balanced atau pH netral. (M)Ukirsari.
|