|
Bisnis salon mobil makin populer. Padahal alokasi dana untuk
itu terbilang lumayan. Mengapa mobil butuh perawatan khusus ?
Satu dekade silam, istilah salon mobil masih terasa asing di telinga.
Bahkan dianggap sebagai usaha yang mengada-ada. Namun seiring dengan
pertumbuhan jumlah mobil dan meningkatnya selera konsumen, bisnis
grooming ini pun belakangan terus menjamur di jakarta dan beberapa
kota besar lain. Tak jauh dengan perilaku wanita yang doyan berdandan,
pengguna jasa salon mobil banyak pula yang datang hampir setiap
minggu. Malahan beberapa di antara mereka datang dua hari sekali.
"Mereka umumnya bisnismen dan karyawan yang ingin mobilnya selalu
tampil bersih dan berkilau," demikian pengakuan salah satu pelaku
bisnis salon mobil.
Persoalannya, konsumen masih sering bingung menentukan mana sebenarnya
diantara pelaku bisnis jasa membersihkan mobil ini yang tergolong
kategori salon mobil. Karena berdasar pengamatan Motor, di Jakarta
terdapat tiga kelompok penjaja jasa 'bersih-bersih' ini. Pertama,
mereka yang memang memiliki sarana khusus perawatan mobil. Kedua,
bengkel yang sekaligus menyediakan jasa membersihkan mobil. Dan
ketiga, penjaja 'kaki lima'. Tentu, bila konsumen benar-benar hanya
menginginkan mempercantik mobil, kelompok penyedia jasa pertamalah
yang menjadi pilihan.
Beberapa usaha salon mobil yang tergolong kelompok ini di Jakarta
antara lain HAS, AutoGlym, Auto Centre dan yang belakangan berkembang
dari sekadar usaha car care menjadi salon, yakni CAR's dengan 8
outlet tersebar di pusat perbelanjaan di Jakarta. HAS malah telah
bekerjasama dengan ATPM Nissan, Astra dan produk kartu kredit Citibank
serta perusahaan Jepang PPT-Taisei serta perusahaan otobus Safari.
Mereka juga bekerjasama dengan produsen rokok Djarum dan Sampoerna
yang memiliki koleksi mobil berkelas. Kerjasama dengan pihak ATPM
maupun jasa penjual mobil bekas dilakukan Autoglym yang berpusat
di kawasan Arteri Pondik Indah dan Auto centre di bilangan Kebon
Jeruk Jakarta Barat.
Sementara itu, CAR's mengandalkan kartu membership dengan mengerjakan
order di lokasi parkir pusat perbelanjaan. Dengan moto The Ultimate
System, CAR's kini memiliki sekurangnya 1000 pemegang kartu anggota
di seluruh Jakarta dari tiga jenis silver, gold, VIP. Dengan membayar
mulai Rp.460 ribu, Rp.690 ribu dan Rp.980 ribu untuk masing-masing
jenis kartu, pelanggan bisa datang kapan saja untuk mempercantik
mobil hanya dengan tambahan dana Rp.20 ribu. Khusus kartu VIP, mereka
tak mengenakan tambahan biaya, namun hanya berlaku untuk 10 kali
pemakaian.
Toh, untuk mempercantik mobil, Anda tentu tak harus selalu menjadi
pemegang kartu anggota salah satu salon mobil. Hanya, bagi salon
mobil kelas ini, rata-rata perawatan satu mobil ditawarkan dengan
biaya mulai Rp.250 ribu hingga Rp.500 ribu sekali pengerjaan, tergantung
kelengkapan jasa yang diinginkan. Perawatan yang ditawarkan pun
beragam, mulai sebatas memoles cat seluruh bodi, membersihkan kaca
dan interior hingga membuat seluruh lekuk dan sudut mobil nyaris
kembali seperti baru. Karenanya, menurut Haji Bambang Sarwono yang
mengelola HAS, hanya mereka yang mengkhususkan perawatan keindahan
mobil yang layak dinyatakan sebagai penjual jasa salon mobil. "Sebab
kami tak sekadar membuat mobil bersih, namun benar-benar merawat
mobil hingga kenyamanan mengendarai menjadi hal utama," tegasnya.
Jasa ini, tentu saja memerlukan pula keahlian. Jaminan cat dan
kaca tak tergores, hingga garansi cat tetap berkilau dalam satuan
waktu tertentu menjadi jurus ampuh penawaran mereka menarik konsumen.
Senyawa kimia yang digunakan berkaitan dengan jenis dan kualitas
cat, perbedaan perlakuan saat membersihkan kaca mobil buatan Jepang
dengan Eropa dan Amerika, menjadi rahasia andalan kualitas kerja
mereka.
Sayangnya, soal idealnya perawatan mobil memakai jasa salon, bagi
sebagian pemilik mobil pun masih sesuatu yang kurang transparan.
Dalam kaitan ini, pelaku usaha salon mobil juga punya pendapat beragam.
Menurut Bambang Sarwono, dalam setahun diperlukan 3-4 kali perawatan,
apalagi menghadapi musim penghujan. Sementara Christian yang pemilik
Auto Centre dan Amirudin SH selaku Manajer Pemasaran Autoglym berpendapat,
hanya 2 kali setahun mobil perlu masuk salon. Sedikit lain, pendapat
Jansen Yap selaku General Manager CAR's, menurutnya bukan soal berapa
kali mobil perlu rawat, namun kesinambungannya yang lebih utama.
Walaupun demikian mereka sepakat sekurangnya diperlukan dana Rp.1
juta setahun untuk urusan perawatan tersebut. Dari sejumlah itu,
dengan asumsi pelanggan mereka adalah keluarga yang sedikitnya memiliki
tiga mobil, berarti dalam satu keluarga dana yang harus dikeluarkan
hanya Rp.3 juta. Ditengarai Bambang Sarwono, bisnis ini memang sangat
berkait dengan daya beli masyarakat. "Lalu yang lebih penting setelah
berkembang jumlah kepemilikan mobil, soal selera menyangkut tampilan
mobil pun semakin tinggi." Diperkirakan bisnis akan tumbuh sekitar
separuh dari angka pertumbuhan bisnis mobil yang rata-rata 15% setahunnya.
Pemilik usaha CAR's berpusat di Malaysia yang 'menjual' usahanya
melalui jasa franchise di Indonesia, Lee Seng Siew, justru memasukkan
soal budaya bangsa dan iklim suatu negara sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan bisnis ini. "Kami sangat memperhatikan budaya itu. Maka
untuk mengembangkan usaha ini kami tak mengarah ke Eropa. Justru
kawasan Asia yang paling menguntungkan. Budaya memanjakan mobil
sepertinya sangat berkembang di kawasan ini." Selain itu,"Debu dan
jamur adalah musuh kami,"tambah Lee Seng Siew menegaskan mengapa
sebuah mobil perlu ke salon. (M)Bidramnanta.
|